Konfik antara PSSI dan Kemenpora sampai saat ini belum juga dapat terselesaikan. Disatu sisi PSSI usai mengadakan Kongres Luar Biasa di Surabaya untuk membentuk kepengurusan yang baru, dan terpilihlah La Nyalla Matalitti sebagai ketua umum. Disisi lain Kemenpora Imam Nahrawi telah mengeluarkan Surat Pembekuan PSSI dan tidak menganggap KLB serta kepengurusan PSSI yang baru.
Kita semua sudah tau bagaimana sepak terjang PSSI selama ini, Sudah puluhan tahun induk organisasi sepak bola indonesia ini tidak dapat memberikan prestasi untuk sepak bola indonesia sesuai dengan harapan dan impian masyarakat. Bahkan belum lama ini kita dihebohkan dengan kasus Sepak bola gajah, Gaji pemain yang belum dibayar, bahkan sampai pada pengaturan skor, dan pengaturan juara liga. Mau tidak mau PSSI selaku badan organisasi yang bergerak dibidang sepak bola indonesia harus bertanggung jawab akan hal tersebut.
Kisruh ini semakin meruncing kala PSSI tidak menguti peraturan Kemenpora melalui BOPPI tentang syarat dan rekomendasi klub untuk mengikuti gelaran Indonesia Super League (ISL). PSSI mengabaikan rekomendasi dari BOPPI dengan tetap menggelar laga Indonesia Super League yang telah berganti nama menjadi QNB League ( Qatar National Bank )dimana terdapat dua team yang tidak mendapatkan rekomendasi dari BOPPI. Kedua team tersebut adalah Arema chronus dan Persebaya surabaya.
Dengan alasan tersebut akhirnya Kemenpora melayangkan Surat peringatan (SP) kepada PSSI. Tapi sangat disayangkan PSSI masih tetap tidak mengindahkan SP1, SP2, dan SP3 dari kemenpora. Sampai akhirnya Kemenpora mengeluarkan Surat Keputusan Pembekuan PSSI. Tapi meskipun demikian PSSI masih tetap tidak bergeming dan tetap menggelar Kongres Luar Biasa beberapa jam setelah Surat Pembekuan tersbut dikeluarkan.
Menilik dari kejadian tersebut, penulis memiliki kesimpulan bahwa alangkah baiknya PSSI mengikuti peraturan pemerintah yang dikeluarkan melalui Kemenpora. Melepaskan ego pribadi demi kemajuan persepak bolaan indonesia. Jika tidak demikian, bagaimana PSSI bisa berjalan sebagaimana mestinya? sedangkan pemerintah sudah tidak mengakui organisasi ini, Pihak kepolisian tidak memberikan ijin pertandingan, dan masyarakat tidak mau ikut berpartisipasi.
Apakah PSSI sebaiknya membuat kompetisi sepak bola di planet Mars atau Jupiter saja? :)
-blundeer.com
Kita semua sudah tau bagaimana sepak terjang PSSI selama ini, Sudah puluhan tahun induk organisasi sepak bola indonesia ini tidak dapat memberikan prestasi untuk sepak bola indonesia sesuai dengan harapan dan impian masyarakat. Bahkan belum lama ini kita dihebohkan dengan kasus Sepak bola gajah, Gaji pemain yang belum dibayar, bahkan sampai pada pengaturan skor, dan pengaturan juara liga. Mau tidak mau PSSI selaku badan organisasi yang bergerak dibidang sepak bola indonesia harus bertanggung jawab akan hal tersebut.
Kisruh ini semakin meruncing kala PSSI tidak menguti peraturan Kemenpora melalui BOPPI tentang syarat dan rekomendasi klub untuk mengikuti gelaran Indonesia Super League (ISL). PSSI mengabaikan rekomendasi dari BOPPI dengan tetap menggelar laga Indonesia Super League yang telah berganti nama menjadi QNB League ( Qatar National Bank )dimana terdapat dua team yang tidak mendapatkan rekomendasi dari BOPPI. Kedua team tersebut adalah Arema chronus dan Persebaya surabaya.
Dengan alasan tersebut akhirnya Kemenpora melayangkan Surat peringatan (SP) kepada PSSI. Tapi sangat disayangkan PSSI masih tetap tidak mengindahkan SP1, SP2, dan SP3 dari kemenpora. Sampai akhirnya Kemenpora mengeluarkan Surat Keputusan Pembekuan PSSI. Tapi meskipun demikian PSSI masih tetap tidak bergeming dan tetap menggelar Kongres Luar Biasa beberapa jam setelah Surat Pembekuan tersbut dikeluarkan.
Menilik dari kejadian tersebut, penulis memiliki kesimpulan bahwa alangkah baiknya PSSI mengikuti peraturan pemerintah yang dikeluarkan melalui Kemenpora. Melepaskan ego pribadi demi kemajuan persepak bolaan indonesia. Jika tidak demikian, bagaimana PSSI bisa berjalan sebagaimana mestinya? sedangkan pemerintah sudah tidak mengakui organisasi ini, Pihak kepolisian tidak memberikan ijin pertandingan, dan masyarakat tidak mau ikut berpartisipasi.
Apakah PSSI sebaiknya membuat kompetisi sepak bola di planet Mars atau Jupiter saja? :)
-blundeer.com

1 Komentar untuk "Kalau PSSI tak mau patuhi pemerintah, mereka mau bikin kompetisi di Planet Mars"
ckckc planet mars katanya